Posts Tagged ‘pks’

Drama Konstitusionalisme PKS

Oleh: Margarito Kamis*

PKS, sebuah partai produk reformasi, yang dimotori sejumlah orang-orang muda enerjik ini, gemilang mengambil posisi dalam drama angket Century setahun lalu. Belum lama ini publik Indonesia, bahkan dunia, kembali menyaksikan PKS mengambil posisi gemilang dalam drama DPR merencanakan penggunaan hak angket untuk membongkar mafia pajak. Sayangnya gagal.

Sebagai partai politik, PKS seolah mendemonstrasikan ke pada publik bahwa mereka tak perlu ditakuti, seperti ketakutan para pembentuk UUD Amerika, misalnya, James Madison, sang arsiteknya. Mereka seolah mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk menilai partai politik sebagai biang skandal dalam sebuah masyarakat bebas, seperti yang ditakutkan oleh James Madison. Justru yang dibuktikan adalah, seperti diakui Mansfield dalam melukiskan konstitusionalisme Amerika, partai politik memiliki andil dalam menyuburkan konstitusionalisme.
(more…)

Pembukaan Mukernas PKS



Rekaman Pembukaan Mukernas 2011

56948_hilmi_aminuddin__tifatul_sembiring__hidayat_nur_wahid_dan_salim_segaf_al_jufri

PKS AKAN MENGUKIR SEJARAH

Kehidupan sejarah manusia mirip permainan sepak bola. Dalam sepak bola selalu ada pemain, komentator dan penonton. Begitupun dalam sejarah manusia, selalu ada pelaku sejarah, ahli sejarah dan penyimak sejarah. Pelaku sejarah dapat diibaratkan para pemain sepak bola. Merekalah yang berjibaku di lapangan menciptakan gol atau kebobolan gol. Dikagumi dan tak jarang dicaci-maki. Merekalah yang menciptakan persitiwanya.

Lalu para komentator memberikan penilaian tentang peristiwa tersebut. Seperti ahli sejarah, para komentator itu biasanya merasa paling benar dalam memandang setiap peristiwa yang telah terjadi di lapangan. Dan seringkali mereka tak perlu merasa berdosa, jika ternyata komentar-komentar mereka jauh dari kebenaran. Apalagi jika tim yang dihujat oleh sang komentator ternyata berdiri sebagai pemenang di akhir pertandingan. Dan yang pasti, mereka tak pernah berkontribusi apa-apa dalam menciptkan persitiwanya.
(more…)

lutfi-hasan-ishaaq1

Lutfi Hasan Ishaaq: PKS Siap Bekerjasama dengan DDII

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) siap menjalin kerjasama dengan berbagai kelompok masyarakat, apalagi ormas-ormas Islam, yang langsung ataupun tidak ikut berperan serta dalam pencapaian posisi politik PKS saat ini. Untuk itu PKS membuka pintu untuk komunikasi dan kerja sama dalam bingkai keumatan dengan berbagai ormas Islam. “Silakan capaian politik yang kami dapat dimanfaatkan oleh ormas Islam,” kata Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ketika melakukan kunjungan silaturahim ke Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Rabu (29/9) di Jakarta.

Lutfhi mengemukakan, saat ini PKS memiliki empat menteri, 57 anggota DPR, 1.300 anggota dewan di daerah tingkat I dan II, dan sejumlah kepala daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Semua itu, katanya, terbuka untuk berkomunikasi dan bekerjasama dengan beragam kelompok masyarakat, termasuk ormas Islam. “Silakan berkomunikasi dengan mereka semua apabila ada persoalan-persoalan yang perlu dibantu,” katanya. (more…)

PKS Intstruksikan Kader Tonton Film “Sang Pencerah”

dakwatuna.com – Jakarta.Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hassan Ishaaq menginstruksikan seluruh kadernya di Indonesia untuk menyaksikan film ‘Sang Pen cerah’.

Menurut Luthfi, film yang berkisah tentang perjuangan KH. Ahmad Dahlan, pendiri organisasi Muhammadiyah ini, sarat dengan nilai-nilai moral yang sangat penting untuk menghadapi tantangan masa kini dan mendatang.

“Umat Islam, termasuk kader-kader PKS perlu belajar banyak dari perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam menegakkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Karena itu kader-kader PKS di seluruh tanah air saya instruksikan untuk menonton film ini,” kata Luthfi, Rabu (15/9).
(more…)

Gubernur Jabar Klarifikasi Fitnah Kartu Lebaran

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan prihatin sekaligus menghargai sikap masyarakat yang mengkritisi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengirim kartu ucapan Selamat Lebaran kepada masyarakat Jawa Barat. Ia menilai, reaksi berlebihan dari sejumlah kelompok masyarakat terjadi karena tidak informasi yang diterima mereka tidak lengkap dan bias. Anggaran untuk keperluan tersebut adalah Rp 850 juta bukan Rp 1,7 miliar.
(more…)

PUASKAH PKS BERKOALISI DENGAN SBY?

Menurut saya kalau kita ingin berkoalisi tidak boleh didasarkan pada
subyektivitas, tapi harus melihat lebih jauh apa manfaatnya bagi bangsa ini.
Kita juga tidak boleh mengukur dari puas atau tidak puasnya hubungan itu,
tapi seberapa besar manfaat itu dapat dirasakan oleh bangsa dan negara ini.
Sampai sekarang ini Alhamdulillah masih ada manfatnya dan cukup besar
manfaat itu buat bangsa dan negara

Terasuk peran strategis PKS di Satgas, semua didasarkan pada MoU koalisi
diawal. Poin-poin dari koalisi itu sangat jelas, Alhamdulillah semua
berjalan sangat produktif dan member manfaat bagi bangsa ini.
Adapun perselisihan yang ada di dalam Satgas, prinsipnya PKS tidak ingin
terjebak dalam manuver politik, provokasi dan aksi tidak bersahabat lainnya,
sehingga hingga detik ini PKS masih setia dalam koalisi. Dalam koalisi ini
semua sangat teratur dan terukur dengan jelas, sehingga sulit untuk
digoyahkan.

Sebuah Penjelasan dari Ketua Dewan Syuro PKS: Ustadz Hilmi Aminuddin

Kami Ingin Membangun Kebersamaan dalam Keragaman

Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin:
Kami Ingin Membangun Kebersamaan dalam Keragaman

Munas ke-2 PKS berakhir Minggu (20/6) di Jakarta. Dalam Munas yang diselenggarakan sejak 17-20 Juni 2010 itu, selain mengukuhkan kepengurusan PKS periode 2010-2015, juga dijadikan sarana untuk konsolidasi pimpinan PKS dari seluruh penjuru nusantara. Beragam hal ditanyakan publik juga kader PKS terkait dengan sikap politik PKS belakangan ini, mulai dari soal keinginan PKS menjadi partai terbuka sampai soal koalisi permanen. Berikut petikan wawancara dengan Ketua Majelis Syuro PKS KH, Hilmi Aminuddin.

Apa yang ingin dicapai PKS dalam Munas 2 kali ini?

Musyawarah nasional bagi PKS memiliki beberapa makna. Pertama, merupakan momentum untuk konsolidasi pascapemilu dan konsolidasi menghadapi pemilu (legislatif) maupun pemilukada berikutnya. Kedua, Munas merupakan langkah koordinasi untuk menyiapkan dan melaksanakan program partai. Ketiga, Munas menjadi sarana untuk menyoliasisasikan langkah-langkah ke depan PKS, sekaligus ajang mobilisasi seluruh kekuatan dari pusat hingga ke daerah.

Munas juga untuk merespons tantangan ke depan dan memperkuat kerjasama dengan semua lapisan masyarakat yang selama ini ikut serta membantu tumbuh kembangnya PKS.
(more…)

BAGAIMANA SIKAP PKS TERHADAP PENEGAKKAN SYARIAT ISLAM?

Saya pernah ditanya soal yang sama oleh sejumlah Jenderal yang mewakili
keluarga besar TNI, tepatnya Pepabri, soal ini, yakni pasca Mukernas PKS di
Bali. Pada saat Jenderal Sutrisno sedang sakit menyempatkan mengundang saya
untuk makan malam, sebelumnya Pimpinan Pepabri Syaiful Sulun juga menanyakan
hal yang sama, saya khusus diundang dan disaksikan Pangdam Jaya.

Pertanyaan mereka, bagaimana PKS akan menerapkan syariat Islam? Jawaban
saya, tak mungkin kita sebagai umat Islam tak menegakkan syariat Islam.
Shalat harus pakai syariah, shaum, zakat, haji, hingga mati pun harus pakai
syariah. Kita tidak bisa menyerahkan zakat tanpa menggunakan syariah. Nikah
juga harus pakai syariah, kalau nggak pakai syariah kan nggak sah nikah
kita.

Jadi, bertetangga pakai syariah, haji pakai syariah, bahkan mohon maaf
silaturahmi kita ini juga adalah bagian dari syariah. Saya bilang,
Bapak-Bapak Jenderal juga melaksanakan syariat itu kan? Iya jawabnya. Jadi
tidak mungkin kita disuruh untuk melepaskan syariat dalam hidup kita.
(more…)

PARTAI KADER ATAU PARTAI DAKWAH MENJADI PARTAI TERBUKA?

Untuk kami masalah inklusivitas ini bukan taktis bahkan bukan pula
strategis. Tapi muncul dari konsekuensi keimanan kita selama in, yakni
sebagai ummatan wasathan, umat moderat, umat pertengahan.

Konsekuensinya, PKS memang harus menerima pluralitas, Allah sengaja
menciptakan keberagaman agar kita bisa saling menghormati dan menghargai.
Cuma kita menginginkan bahwa keberagaman itu mendorong dinamika di
masyarakat. Justru kalo seragam masyarakat akan statis. Jadi pluralitas itu
sudah sunnatullah dan inklusivitas menjadi suatu keharusan bagi PKS.
(more…)