Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan prihatin sekaligus
menghargai sikap masyarakat yang mengkritisi Pemerintah Provinsi Jawa
Barat yang mengirim kartu ucapan Selamat Lebaran kepada masyarakat Jawa
Barat. Ia menilai, reaksi berlebihan dari sejumlah kelompok masyarakat
terjadi karena tidak informasi yang diterima mereka tidak lengkap dan
bias. Anggaran untuk keperluan tersebut adalah Rp 850 juta bukan Rp 1,7
miliar.
(more…)
Menurut saya kalau kita ingin berkoalisi tidak boleh didasarkan pada
subyektivitas, tapi harus melihat lebih jauh apa manfaatnya bagi bangsa ini.
Kita juga tidak boleh mengukur dari puas atau tidak puasnya hubungan itu,
tapi seberapa besar manfaat itu dapat dirasakan oleh bangsa dan negara ini.
Sampai sekarang ini Alhamdulillah masih ada manfatnya dan cukup besar
manfaat itu buat bangsa dan negara
Terasuk peran strategis PKS di Satgas, semua didasarkan pada MoU koalisi
diawal. Poin-poin dari koalisi itu sangat jelas, Alhamdulillah semua
berjalan sangat produktif dan member manfaat bagi bangsa ini.
Adapun perselisihan yang ada di dalam Satgas, prinsipnya PKS tidak ingin
terjebak dalam manuver politik, provokasi dan aksi tidak bersahabat lainnya,
sehingga hingga detik ini PKS masih setia dalam koalisi. Dalam koalisi ini
semua sangat teratur dan terukur dengan jelas, sehingga sulit untuk
digoyahkan.
Sebuah Penjelasan dari Ketua Dewan Syuro PKS: Ustadz Hilmi Aminuddin
Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin:
Kami Ingin Membangun Kebersamaan dalam Keragaman
Munas ke-2 PKS berakhir Minggu (20/6) di Jakarta. Dalam Munas yang diselenggarakan sejak 17-20 Juni 2010 itu, selain mengukuhkan kepengurusan PKS periode 2010-2015, juga dijadikan sarana untuk konsolidasi pimpinan PKS dari seluruh penjuru nusantara. Beragam hal ditanyakan publik juga kader PKS terkait dengan sikap politik PKS belakangan ini, mulai dari soal keinginan PKS menjadi partai terbuka sampai soal koalisi permanen. Berikut petikan wawancara dengan Ketua Majelis Syuro PKS KH, Hilmi Aminuddin.
Apa yang ingin dicapai PKS dalam Munas 2 kali ini?
Musyawarah nasional bagi PKS memiliki beberapa makna. Pertama, merupakan momentum untuk konsolidasi pascapemilu dan konsolidasi menghadapi pemilu (legislatif) maupun pemilukada berikutnya. Kedua, Munas merupakan langkah koordinasi untuk menyiapkan dan melaksanakan program partai. Ketiga, Munas menjadi sarana untuk menyoliasisasikan langkah-langkah ke depan PKS, sekaligus ajang mobilisasi seluruh kekuatan dari pusat hingga ke daerah.
Munas juga untuk merespons tantangan ke depan dan memperkuat kerjasama dengan semua lapisan masyarakat yang selama ini ikut serta membantu tumbuh kembangnya PKS.
(more…)
Saya pernah ditanya soal yang sama oleh sejumlah Jenderal yang mewakili
keluarga besar TNI, tepatnya Pepabri, soal ini, yakni pasca Mukernas PKS di
Bali. Pada saat Jenderal Sutrisno sedang sakit menyempatkan mengundang saya
untuk makan malam, sebelumnya Pimpinan Pepabri Syaiful Sulun juga menanyakan
hal yang sama, saya khusus diundang dan disaksikan Pangdam Jaya.
Pertanyaan mereka, bagaimana PKS akan menerapkan syariat Islam? Jawaban
saya, tak mungkin kita sebagai umat Islam tak menegakkan syariat Islam.
Shalat harus pakai syariah, shaum, zakat, haji, hingga mati pun harus pakai
syariah. Kita tidak bisa menyerahkan zakat tanpa menggunakan syariah. Nikah
juga harus pakai syariah, kalau nggak pakai syariah kan nggak sah nikah
kita.
Jadi, bertetangga pakai syariah, haji pakai syariah, bahkan mohon maaf
silaturahmi kita ini juga adalah bagian dari syariah. Saya bilang,
Bapak-Bapak Jenderal juga melaksanakan syariat itu kan? Iya jawabnya. Jadi
tidak mungkin kita disuruh untuk melepaskan syariat dalam hidup kita.
(more…)
bersih disini dalam perspektif manusia,
bukan malaikat, apalagi jin. Sebagai manusia wajar jika ada kesalahan,
karena ada mekanisme untuk memperbaiki diri.
Mekanisme besarnya ada proses amar makruf nahi mungkar, yakni menganjurkan
perbuatan baik dan melarang perbuatan yang mungkar.
Amar makruf, bagi PKS adalah mengkonsolidasilkan potensi positif umat untuk
memobilisasi sebesar mungkin kebaikan. Jika potensi positif dominan, maka
potensi negatif jadi marjinal. Potensi positif jika tidak dibina maka yang
dominan adalah potensi negatif.
Sementara nahyi mungkar adalah, upaya mempersempit ruang gerak potensi
negative dari manusia. Menghilangkan tak bisa, tapi mempersempit bisa.
Jadi komitmen PKS soal pemberantasan korupsi tak diragukan lagi, karena amar
makruf nahyi mungkar sudah berjalan secara harian, sudah built in. Ada nggak
ada KPK, PKS sudah anti korupsi. Bagi PKS amar makruf nahyi munkar sudah
built in, baik bagi kader PKS maupun simpatisan, apalagi pengurus.
Tue, Sep 7, 2010
0 Comments