Archive for September, 2010

56948_hilmi_aminuddin__tifatul_sembiring__hidayat_nur_wahid_dan_salim_segaf_al_jufri

PKS AKAN MENGUKIR SEJARAH

Kehidupan sejarah manusia mirip permainan sepak bola. Dalam sepak bola selalu ada pemain, komentator dan penonton. Begitupun dalam sejarah manusia, selalu ada pelaku sejarah, ahli sejarah dan penyimak sejarah. Pelaku sejarah dapat diibaratkan para pemain sepak bola. Merekalah yang berjibaku di lapangan menciptakan gol atau kebobolan gol. Dikagumi dan tak jarang dicaci-maki. Merekalah yang menciptakan persitiwanya.

Lalu para komentator memberikan penilaian tentang peristiwa tersebut. Seperti ahli sejarah, para komentator itu biasanya merasa paling benar dalam memandang setiap peristiwa yang telah terjadi di lapangan. Dan seringkali mereka tak perlu merasa berdosa, jika ternyata komentar-komentar mereka jauh dari kebenaran. Apalagi jika tim yang dihujat oleh sang komentator ternyata berdiri sebagai pemenang di akhir pertandingan. Dan yang pasti, mereka tak pernah berkontribusi apa-apa dalam menciptkan persitiwanya.
(more…)

lutfi-hasan-ishaaq1

Lutfi Hasan Ishaaq: PKS Siap Bekerjasama dengan DDII

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) siap menjalin kerjasama dengan berbagai kelompok masyarakat, apalagi ormas-ormas Islam, yang langsung ataupun tidak ikut berperan serta dalam pencapaian posisi politik PKS saat ini. Untuk itu PKS membuka pintu untuk komunikasi dan kerja sama dalam bingkai keumatan dengan berbagai ormas Islam. “Silakan capaian politik yang kami dapat dimanfaatkan oleh ormas Islam,” kata Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ketika melakukan kunjungan silaturahim ke Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Rabu (29/9) di Jakarta.

Lutfhi mengemukakan, saat ini PKS memiliki empat menteri, 57 anggota DPR, 1.300 anggota dewan di daerah tingkat I dan II, dan sejumlah kepala daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Semua itu, katanya, terbuka untuk berkomunikasi dan bekerjasama dengan beragam kelompok masyarakat, termasuk ormas Islam. “Silakan berkomunikasi dengan mereka semua apabila ada persoalan-persoalan yang perlu dibantu,” katanya. (more…)

Berpolitik Bagian Dari Dakwah

Allah SWT. telah menurunkan Risalah terakhir yang merangkum seluruh risalah nabi-nabi sebelumnya. Risalah yang bersifat “syaamilah mutakaamilah” (komprehensif dan integral). Risalah yang tidak ada satupun dimensi kehidupan kecuali ia mengaturnya secara sistemik baik secara global maupun secara spesifik. Oleh karenanya, Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah:208)

“Dan kami Telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang Telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang. sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang Telah kamu perselisihkan itu.” (Al-Maidah:48)

Risalah Islam ini sesungguhnya “Risalah Nabawiyah” yang terakhir yang sengaja diturunkan sebagai “way of life” (cara hidup) bagi seluruh manusia. Oleh karenanya ia bicara tentang seluruh dimensi kehidupan manusia. Baik dimensi aqidah, ibadah maupun dimensi akhlak. Dan yang termasuk dalam tiga dimensi ini adalah masalah ekonomi, sosial budaya, politik dan keamanan. Di sini, tidak boleh ada yang melakukan dikotomi dalam ajaran Islam. Tidak ada yang mengatakan: “Islam Yes, Politik No”, dan tidak ada lagi yang mengatakan: “Dakwah Yes, Politik No”. atau mengatakan: “Yang penting adalah aqidah, yang lain nggak penting.”

(more…)

Bahaya Sombong

oleh Uztad Agus Lukman Hakim

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

“Wahai manusia kalian semua fakir sangat membutuhkan Allah sedangkan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (al-Fathir: 15)

Rasulullah SAW di utus dengan membawa dua misi utama, yang pertama mengajak manusia mentauhidkan Allah sehingga pelakunya akan dijamin masuk surga, Rasulullah saw bersabda, “Kunci surga adalah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah.” (HR. Ahmad)

Yang kedua mengajak manusia membersihkan kesombongan dalam hatinya sehingga bila masih tersisa kesombongannya walaupun sebesar dzarrah maka haram pelakunya masuk surga

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

. “Tidak akan masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya terdapat sebesar dzarrah kesombongan.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Mas’ud)

الْعِزُّ إِزَارُهُ وَالْكِبْرِيَاءُ رِدَاؤُهُ فَمَنْ يُنَازِعُنِي عَذَّبْتُهُ

” Kebesaran adalah pakaian-Nya dan kesombongan adalah selendang-Nya. (Allah Ta’ala berfirman): Barang siapa menyaingi Aku pada keduanya pasti Aku azab ia.”
(HR. Muslim dari Abu Hurairah ra)

Ingat bagaimana kerasnya Rasulullah SAW melarang menurunkan kain di bawah mata kaki karena sombong bagi laki-laki.?
(more…)

Doa Penyejuk Hati

oleh Uztad Agus Lukman Hakim

Ketika ketenangan hati menjadi barang langka, serulah Allah penciptanya dan yang Kuasa Membolak-balikannya dengan do’a yang dicontohkan kekasih terbaikNya, Muhammad Rasulullah SAW.

اللِّهُمَّ إنِّي عَبْدُك ،
ابْنُ عَبْدِكَ ، ابْنُ أَمَتِكَ ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ ، مَاضِ فِيَّ حُكْمُكَ ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ ، أَوْ أنْزَلْتَهُ فِي كِتَاَبِكَ ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ ، أنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي ، وَ نُورَ صَدْرِي ، وَ جَلاءَ حُزْنِي ، وَ ذَهَابَ هَمِّي

Allahumma inni ‘abduka, ibnu ‘abdika, ibnu amatika, naasiyati biyadika, maadhin fiyya hukmuka, ‘adhlun fiyya qadha’uka asaluka bi kulli ismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, aw an-zaltahu fi kitabika, aw’allamtahu ahadan min khalqika, awista’tharta bihi fi ‘ilmil-ghaibi ‘indaka, an taj’alal-Qur’ ana Rabbi’a qalbi, wa nura sadri, wa jalaa’a huzni, wa dhahaba hammi

Artinya: “Ya Allah Sesungguhnya aku ini adalah hamba, anak dari hamba-Mu laki-laki, anak dari hamba-Mu perempuan. Ubun-Ubunku berada di tangan-Mu, mengikuti keputusan takdir-Mu dan berjalan sesuai dengan ketetapan-Mu. Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang menjadi milik-Mu, Nama yang Engkau lekatkan sendiri untuk diri-Mu, atau Engkau sebutkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada salah seorang di antara hamba-Mu (Nabi), atau Engkau sembunyikan di alam keghaiban-Mu, hendaknya Engkau menjadikan al Qur’an ini sebagai penyejuk hatiku, cahaya dalam dadaku, penghilang kesedihanku dan penolak rasa gundahku.” (HR Ahmad, Ibn Hibban)…

Aamiiin.

Bahaya Dengki

oleh Uztad Agus Lukman Hakim

Hasad (iri hati, dengki) adalah salah satu dari sekian penyakit hati yang sangat berbahaya .

“Janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling membelakangi (saling berpaling), dan janganlah kalian saling memutuskan. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (H.R. Muttafaq ‘alaih)

Hadis ini diriwayatkan Imam al-Bukhari dalam “Al Adab” dan Muslim dalam “Al Birr”.

Dengki didefiniskan oleh para ulama sebagai:

“Mengangankan hilangnya kenikamatan dari pemiliknya, baik kenikmatan (yang berhubungan dengan) agama maupun dunia.”

‘Umar bin al-Khaththab RA berkata, “Cukup sebagai bukti si pendengki terhadapmu manakala ia merasa gundah di saat kamu bahagia.”

Allah Ta’ala berfirman di dalam sebagian Atsar Qudsi, “Si pendengki adalah musuh nikmat-Ku, merasa jengkel terhadap perbuatan-Ku dan tidak rela dengan pemberian-Ku.”
(more…)

PKS Intstruksikan Kader Tonton Film “Sang Pencerah”

dakwatuna.com – Jakarta.Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hassan Ishaaq menginstruksikan seluruh kadernya di Indonesia untuk menyaksikan film ‘Sang Pen cerah’.

Menurut Luthfi, film yang berkisah tentang perjuangan KH. Ahmad Dahlan, pendiri organisasi Muhammadiyah ini, sarat dengan nilai-nilai moral yang sangat penting untuk menghadapi tantangan masa kini dan mendatang.

“Umat Islam, termasuk kader-kader PKS perlu belajar banyak dari perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam menegakkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Karena itu kader-kader PKS di seluruh tanah air saya instruksikan untuk menonton film ini,” kata Luthfi, Rabu (15/9).
(more…)

Empat Tahun Jadi Walikota, Kekayaan Nur Mahmudi tidak Bertambah

dakwatuna.com – Depok. Pengumuman harta kekayaan calon Walikota Pemilukada Depok, Jabar, pada media membuat beragam tanggapan. Salah satunya adalah kekayaan Walikota Depok, Nur Mahmudi, yang hanya mencapai Rp 3 miliar. Selama empat tahun menjabat, harta Nur tak bertambah.
Kekayaan calon yang maju dalam Pemilukada diumumkan melalui sirat KPK RI Nomor B-2187/12/08/2010 tertanggal 30 Agustus 2010 prihal Pengumuman Harta Kekayaan Calon Kepala Daerah.
Kekayaan terbesar dimiliki oleh pasangan Badrul Kamal, yakni Agus Suprianto dengan total Rp 7 miliar lebih. Sementara yang paling sedikit, dimiliki oleh pasangan Nur Mahmudi, yakni Idris Abdul Somad dengan Rp 693 juta. (Endro Yuwanto/Sefti Oktarianisa/RoL/hdn)

Agar Pesan Sampai Ke Hati

Oleh: Asfuri Bahri, Lc

Seorang pasien penderita penyakit kanker terbaring di atas tempat tidur di sebuah rumah sakit yang entah rumah sakit ke berapa yang pernah disinggahinya. Dan kali ini pun hasil yang didapat tidak jauh berbeda dengan perawatan sebelumnya. Bahkan dokter yang menanganinya sempat menghampirinya. Sambil mengangkat kedua tangannya ia berkata kepada si pasien, bahwa seluruh upaya medis telah ditempuh. Karena kondisi penyakit yang sangat kritis, agaknya harapan untuk sembuh sangat tipis.

Bisa dibayangkan bagaimana reaksi pasien tersebut. Sedih, gelisah, depresi, tidak ada lagi gairah dan upaya. Berbeda halnya jika si dokter yang merawatnya itu mengatakan hal lain, kondisinya memang sangat parah, namun, menurutnya, masih ada harapan untuk sembuh. Tentu si pasien sangat bergembira mendengarnya. Kata-kata dokter itu akan mempengaruhi semangatnya untuk sembuh.

Kata-kata mempunyai kekuatan yang luar biasa. Bahkan terkadang ia lebih ampuh daripada senjata. Dalam hal ini pepatah lama masih relevan, bahwa lidah lebih tajam daripada pedang. Betapa sering sebuah perang berkobar disebabkan oleh kata. Demikian pula sebaliknya, perang dapat dihentikan oleh sebuah diplomasi atau secarik kertas perjanjian damai. Seorang penulis wanita Jerman, Annemarie Schimmel, berbicara tentang kekuatan kata. “Kata yang baik laksana pohon yang baik. Kata diyakini sebagai suatu kekuatan kreatif oleh sebagian besar agama di dunia; katalah yang mengantarkan wahyu; kata diamanahkan kepada umat manusia sebagai titipan yang harus dijaga, jangan sampai ada yang teraniaya, terfitnah, atau terbunuh oleh kata-kata.”
(more…)

Profesionalisme Dalam Dakwah

Oleh: Dr. Attabiq Luthfi, MA

“Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah (argumentasi) yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (Yusuf: 108)

Kata kunci dari ayat ini seharusnya adalah kata “Bashirah” yang merupakan acuan profesionalitas dalam Islam. Semakin luas dan tajam bashirah seseorang, akan semakin profesional menggeluti bidang kerjanya. Apalagi konteks ayat ini jelas dalam konteks dakwah yang merupakan pekerjaan yang paling mulia. Dalam ayat ini Allah mendampingkan proses kewajiban dakwah dengan bashirah sebagai sebuah faridhah syar’iyyah yang dituntut oleh Islam. Justru kehidupan ini diciptakan oleh Allah diantaranya memang untuk menguji siapa yang benar-benar ihsan (baca: profesional) dalam beramal. “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya” (Al-Mulk: 2). (more…)